Filed under: renungan jiwa
memang rasa sayang itu akan muncul ketika kita merasa kehilangan, dan kehilangan itu sendiri muncul ketika rasa itu sudah tidak ada…
memang sakit ketika sesuatu hal yang kita sayangi telah berlalu dan pergi…
ada saat di mana kita merindukan saat di mana semuanya, ada…
Lembut belaian kasihmu tak’kan terganti
Tak ada yang bisa sepertimu
Aku disini sendiri berteman sepi
Terpisah jarak kau dan aku
Hanya bayangmu yang menemani
Kaulah…Belahan jiwaku
Kaulah…Curahan hatiku
Kaulah…Cahaya hidupku
Kaulah…Segalanya
Rasa itu mungkin akan hadir kembali
Bila kau ada disini
Temanilah aku lagi
Tak’kan pernah terganti
Tak ada yang bisa sepertimu (dot-belahan jiwa)
mungkin suatu saat rasa ini akan pergi juga…namun semakin aku mengharapkan rasa ini pergi, semakin aku rindu untuk mengulangnya lagi…
saat ini hanya bayang mu yang ada disini, hanya kerinduan untukmu kembali…
aku rindu akan ada mu,
aku rindu akan sandaranmu,
aku rindu cahaya mu,
dan aku rindu dengan jiwamu…
aku hanya ingin kau ada…dan bersandar di pundakku…walau hanya untuk menangis.
dan aku berharap kamulah yang akan menjadi bagian dari pundakku.
masih ingat ketika ketika kau bisikan "mungkinkah kau yang jadi
Kekasih sejatiku?" atau saat kau bisikan "hanya kaulah yang sempurna untukku"
masih teringat ketika kau terdiam hanya untuk tahu betapa aku mencintaimu…
jangan biarkan aku menikmati rasa sakit ini,
dan tak akan pula kubiarkan kau menahan rasa sakit itu
maafkan lah aku yang tak bisa berbuat…atas kekuatan tak terkehendaki.
angkatlah aku, janganlah kau selalu terbaring di sana…aku butuh kamu
meskipun kita akan selalu terpisah jauh.
aku hanya ingin kamu ada, walaupun akhirnya tidak tercipta untukku…
Tak ada yang bisa sepertimu,
karena kaulah belahan jiwaku…
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>